Lingkar Fakta

Wednesday, 13 November 2019

Camat Lahei Barat Pantau Langsung Proses Pelaksanaan Pilkades di Desa Luwe Hulu

Muara Teweh,Untuk Memastikan dan melihat dari dekat sejauh mana proses pelaksanaan pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di desa Luwe Hulu Kecamatan Lahei Barat, Kabupaten Barito Utara. Camat Lahei Barat KASTANTO,SE turun dan melihat secara langsung sejauh mana proses pelaksanaan Pilkades tersebut, Selasa 12/11/2019.


Camat Lahi Barat yang didampingi oleh Kapolsek Lahei,Danramil lahei, yang ikut serta menyaksikan secara langsung proses pemungutan suara yang diikuti oleh 933 DPT (Daftar Pemilih Tetap) di desa Luwe Hulu, sampai dengan penghitungan suara selesai dilakukan oleh panitia pemilihan Kepala Desa Luwe hulu


Dalam kesempatan itu, Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Luwe Hulu, Yoto menyebutkan jumlah surat suara  yang sah 865 suara dan tidak Sah 58 yang rusak 10, serta lima(5) orang calon kapala desa dengan perolehan suara. sesuai no urut.1.Gunawan 173 suara,2.Periadi 65 suara,3.Arisandi 360 suara(Yg terpilih),4.Ariyadi 133 Suara & 5.Hosin Naparin(Petahana) 134 suara.


Dari semua proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di desa Luwe Hulu berjalan dengan lancar dan sukses tidak ada hambatan sama sekali. (Iwan)

Saturday, 27 July 2019

Perayaan HUT Koperasi dihadiri ribuan penonton,Ini Kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim

Surabaya, Memang benar bahwa kegiatan wayang kulit ini merupakan rangkaian dari peringatan hari koperasi ke 72 tingkat Jawa Timur. Oleh karena itu, mari kita ikuti kegiatan ini. 

Mari kita lihat beramai-ramai expo KUMKM agar masyarakat mengetahui apa yang telah dilakukan oleh koperasi. Mari kita doakan koperasi dan UMKM di Jawa Timur jaya.

Sebelum di mulai pagelaran wayang kulit, kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov. Jatim didampingi Ketua Dekopinwil Jatim memberikan secara simbolik Wayang Kulit Gatot Koco kepad dalang Ki Bayu Aji sebagai pertanda bahwa pagelaran tersebut sudah bisa dimulai.

Sedikitnya 2.000 orang penonton hadir menikmati pagelaran wayang kulit tersebut. Pagelaran wayang kulit dilaksanakan di depan Kantor Dekopinwil Jatim Jl. Raya Juanda No. 31 Semambung - Sidoarjo. Sabtu (27/07/2019)

Sekitar jam 23.00 Ki Dalang Bayu Aji mengajak Tri Harsono dan Mas Purnomo Hadi berdialog. Dalam dialog tersebut, Tri Harsono berkomitmen untuk terus berupaya menerapkan tugas dan fungsi Dekopin yaitu Advokasi, fasilitasi dan Edukasi. 

Bahkan Tri Harsono juga menyampaikan sebagai respon dari perkembangan teknologi, terutama dalam rangka fasilitasi pasar terhadap produk Koperasi, Dekopin telah membuat aplikasi berbasis android yang diberi nama TOMIKO (Toko Online Milik Koperasi) yang akan diresmikan pada acara puncak Harkop ke 72 di Grand City 7 Agustus mendatang.

Tak mau kalah dengan Tri Harsono, Mas Purnomo juga berkomitmen, kedepan akan memperkuat koperasi dari segala aspek. Diantaranya aspek kelembagaan, pasar, produk, manajemen dan lainnya. 

Mas purnomo juga menyampaikan bahwa untuk mempersiapkan Revolusi Industri 4.0, pihaknya telah membuat beberapa aplikasi yang bisa mempermudah akses pasar secara online salah satunya OPOP (One Product dan One Pesantren). Mas Purnomo menyebut bahwa OPOP tersebut merukan hasil karya dari para santri di pesantren. Luar Biasa.( red )

Drs. Ec. Tri Harsono : ayo kita dukung koperasi untuk berusaha dan berkembang


Surabaya , Wayang kulit ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Koperasi Ke-72. Peringatan harkop di jatim cukup meriah. Kami mengapresiasi semua daerah peringatan ini menandakan bahwa koperasi mulai dirasakan oleh masyarakat khususnya jatim  akan manfaat ketika menjadi anggota koperasi. 

Oleh karena itu, kami selaku Dekopinwil Jatim terus berusaha dan mendorong agar koperasi tumbuh dan berkembang berkembang sehingga koperasi mampu memberi kesejahteraan khususnya bagi anggota.

Semoga melalui wayang kulit ini memberi inspirasi bagi kita semua bahwa koperasi tetap dihati masyarakat.

Koperasi tetap bergandengan dengan akar budaya ditengah-tengah masyarakat kita. Khususnya wayang kulit. Budaya yang sudah lama tumbuh di jawa ini salah satunya wayang kulit. Oleh karena itu kita sebagai masyarakat gerakan koperasi kita akan terus menjaga nilai luhur dari para pendahulu kita. ( anang f )

Sunday, 17 February 2019

Menristekdikti Resmikan Rumah Sakit Universitas Indonesia


DEPOK, lingkarfakta.com - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir meresmikan Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) berlokasi di Kompleks Kampus UI, Depok. RSUI dapat menerima pasien dari masyarakat sekaligus beroperasi menjadi tempat pengembangan pendidikan dan inovasi dalam bidang kesehatan.

Nasir mengatakan, Kemenristekdikti telah membangun 24 rumah sakit pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dari 24 rumah sakit pendidikan tersebut, 12 sudah operasional dengan baik.

Nasir menilai RSUI sebagai salah satu rumah sakit pendidikan terbaik dan terbesar yang ada di Indonesia.

"Saya telah berkunjung pada seluruh rumah sakit pendidikan di Indonesia, saya rasa ini yang terbaik dan terbesar. Selamat kepada Universitas Indonesia," tutur Nasir. Selasa, (12/2/2019).

Nasir juga mengapresiasi UI yang telah membangun rumah sakit dengan fasilitas yang baik dan memiliki teknologi tahan gempa hingga 9 skala Richter. Namun, ia mengingatkan agar UI tidak berpuas diri dengan capaian yang ada.

UI dan RSUI dituntut untuk selalu meningkatkan kualitas dengan membandingkan diri dan mempelajari 'best practice' dari perguruan tinggi dan rumah sakit pendidikan negara lain yang telah lebih maju.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UI, Muhammad Anis, menginginkan RSUI memberikan layanan yang prima bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kota Depok.

"RSUI diharapkan mampu menjadi center of excellence di bidang kesehatan Indonesia yang dapat meningkatkan kapasitas pendidikan dan penelitian para mahasiswa di Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan UI, yaitu Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, Keperawatan, Farmasi, Kesehatan Masyarakat (inter-professional education)," tambah Anis.

Ia menyebutkan, RSUI juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia melalui kolaborasi dengan berbagai universitas regional.

Direktur RSUI, Julianto Witjaksono, menjelaskan RSUI merupakan rumah sakit perguruan tinggi negeri pertama di Indonesia yang mempunyai konsep dan rancang bangun sebagai fasilitas pelayanan kesehatan satu atap (One Stop Health Services).

Yaitu, mulai dari pelayanan primer, sekunder, hingga pelayanan unggulan. Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar, RSUI juga dilengkapi ruang observasi bagi para mahasiswa tanpa mengganggu kenyamanan pasien.

"Konsep ini berkesesuaian dengan norma yang dimuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 93 tahun 2015 tentang Rumah Sakit Pendidikan. Pelayanan Kesehatan Satu Atap ini sangat memudahkan pasien untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang sesuai kebutuhannya secara holistik dengan lebih cepat, lebih baik dan lebih efisien," tegas Julianto.

Selain itu, menurut dr. Vita Sp OG, RS UI jug diposisikan akan menjadi rumah sakit pusat nasional untuk penelitian kendali mutu dan kendali biaya dalam penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Peresmian RSUI ini turut dihadiri Duta Besar Jepang untuk Indonesia, H.E. Ishii Masafumi, dan Chief representatives JiCA Indonesia, Yamanaka Sinichi

Kemudian, Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Ali Ghufron Mukti, serta Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ismunandar, Dr. Maman Sp Rad, dan dr Vita Sp OG. (ari)

Thursday, 14 February 2019

Kain Penutup Pintu Kabah Kiswah Multazam ada di Masjid Al Hidayah Surabaya


SURABAYA, lingkarfakta.com - Masyarakat Surabaya dan sekitarnya tidak perlu jauh-jauh lagi berkunjung ke Masjid Namira, Lamongan untuk menikmati keindahan kain penutup pintu Kabah atau biasa disebut Kiswah Multazam.

Surabaya kini juga punya masjid yang menyimpan Kiswah Multazam yang berada di Masjid Al-Hidayah. Berlokasi di Darmo Indah Barat 5 nomor 3, Surabaya, Kiswah Multazam seluas 3.5 x 7 meter ini pernah dipasang di Kabah pada tahun 2013.

Ketua Takmir Masjid Al Hidayah HR Mochammad Djupri Saad Abu mengatakan, kain ini didapatkan langsung dari Salman Bin Abdul Aziz Raja Saudi Arabia. Melalui proses panjang, Kiswah Multazam ini berhasil dibawa ke Surabaya dengan mengganti biaya Rp. 700 Juta. 

"Saya memberanikan diri atas nama pribadi, takmir, saya bayar dengan uang pribadi," ucap Djupri ketika ditemui di Masjid Al-Hidayah, Surabaya. Minggu, (03/2/2019) malam hari.

Dirinya mengaku bahwa, dengan datangnya Kiswah Multazam di masjid ini, ia berharap Masjid Al-Hidayah bisa lebih ramai dan banyak orang berkunjung dan beribadah di Masjid ini. 

"Untuk memakmurkan masjid, kedua ingin para jamaah yang dulunya sepi masjid ini supaya ramai, melihat pintu kabah ini, multazam. Ini selambunya," tambahnya.

Kiswah Multazam ini bisa dinikmati mulai hari ini Minggu tanggal 03 Februari 2019. Kedepannya, siapa saja bisa berkunjung dan melihat keindahan kain penutup kabah ini. Sebagai penanda dipasangnya Kiswah Multazam di masjid ini, Takmir Masjid menggelar pengajian akbar dengan mengundang para jamaah dari Lamongan, Gresik, Sidoarjo, dan Surabaya.


"Jamaah melihat antusias sekali, karena kalau di Masjid Namira Lamongan, dia tidak bisa melihat nyata. Karena disana tutup kaca. Disini bisa dipegang, bisa mencium aromanya," tegasnya. (ari)